26 July 2014  
Nama Login :
Kata sandi :
- Lupa Kata Sandi ?
- Pendaftaran
- Webmail
 
 
 
 
 
Bursa Transmigrasi
LOGO KTM

Menuju Kawasan Transmigrasi Mandiri
Tanggal : 30 Apr 2007
Sumber : Pemprov Kaltim

BursaTransmigrasi.net - Samarinda, Menuju Kawasan Transmigrasi Mandiri
ERA reformasi dan otonomi daerah sekarang, jajaran Disnaker dan Transmigrasi juga ikut berbenah dalam menata programnya. Salah satunya menyangkut penataan dan penempatan warga kawasan transmigrasi.

Kawasan transmigrasi dan penempatan warga di kawasan itu, kelak harus didorong menjadi Kawasan Transmigrasi Mandiri (KTM). “Sekarang jelas tidak asal buka kawasan atau asal tempatkan warga transmigrasi. Era sudah berubah. Jika suatu daerah kabupaten dan kota memang tidak menghendaki program transmigrasi masuk, maka provinsi maupun pemerintah pusat tidak dapat memaksa,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim Masrihadi di dampingi Kabid Perencanaan dan Evaluasi Putut Pranomo kepada media ini, kemarin.

Menurut Putut yang didampingi Plt Kabid Transmigrasi Natar Lumban G, sejumlah provinsi yang sukses dalam penataan dan penempatan KTM, yakni Tulang Bawang Lampung, di Sumsel, Riau dan Sumatra. Ada pula di Sulawesi. “Saya dan tim Disnakertrans Kaltim akan melakukan studi banding melihat KTM di Palembang. Pulang dari sana kita akan coba susun perencanaan dan studi untuk diterapkan di Kaltim,” kata Putut.

Menurut Natar, di Kalimantan, yang sudah punya KTM yakni Kalsel (1) dan Kalbar (1). Kaltim sedang merancang dua kawasan di Kutim, yakni Maloi dan Kaliorang sebagai KTM rintisan. Dari perencanaan tahun 2007 atau 2008 ini sudah akan terwujud,” kata Natar.

Putut menegaskan KTM merupakan upaya yang sungguh-sungguh dalam menciptakan bangkitnya semangat pemberdayaan masyarakat di di kawasan itu. Karenanya, harus diciptakan suatu iklim kondusif yang saling terkait dan menunjang. Misalnya, penataan infrastruktur, pembukaan sentra-sentra ekonomi, dukungan perbankan, akses pasar, kualitas dan kontiunitas produk usaha dan sebagainya. Di Kutim sekarang ini khususnya di Rantau Pulung sudah ditempatkan 2.000 kepala keluarga, dan direncanakan ditempatkan lagi 2.000 kepala keluarga untuk mendukung KTM di Maloi dan Kaliorang. Untuk mendukung lebih mantapnya kawasan permukiman transmigrasi, Menakertrans RI melalui keputusan No KEP-231/MEN/2002 lalu telah mengeluarkan kriteria usulan program penyiapan permukiman, perpindahan dan penempatan serta pemberdayaan masyarakat binaan dalam penyelenggaraan ketransmigrasian. Persyaratan pembangunan dan pengembangan lokasi permukiman transmigrasi harus mempunyai tahapan-tahapan, yaitu identifikasi potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia calon lokasi permukirman transmigrasi. Legalitas calon lokasi permukiman transmigrasi, luas areal permukiman, perencanaan pembangunan dan pengembangan lokasi permukiman, aksesibilitas serta harus memenuhi kriteria catur layak seperti layak huni, layak usaha, layak berkembang, dan layak lingkungan

[ Indeks | Cetak | Teman ]

 
 
 
© 2005 Bursa Transmigrasi. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Saran dan komentar ke: info@bursatransmigrasi.net